Serpihan Kaca

   
    Ariffa Cahyani seorang gadis lucu nan lugu juga cantik dan memiliki kecerdasan yang tak sebanding dengan teman-temannya. Cahya, sapaan untuk si gadis mungil itu, selalu saja tersenyum ceria secerah mentari pagi.

    Namun semua harus terbantahkan, kala Cahya mengidap penyakit yang berbahaya. Kanker darah yang menggerogoti dirinya semakin lama semakin membahayakan. Segala macam obat dan cara dilakukan oleh semua orang agar Cahya bisa bebas dari penyakitnya. Pihak medis dan pengobatan alternatif lainnya mengatakan bahwa hidup seorang Cahyani tak akan lama lagi.

     Bersamaan dengan ujian yang menimpanya, seorang anak lelaki kecil mendatanginya dan mengisi 'sisa-sisa' hari Cahya dengan penuh kebahagian.

  Hingga Cahya pergi meninggalkannya sendiri bersama seluruh kenangan dan keceriaan. Cahyani pergi meninggalkan segalanya bersama kaffan dia berteman, dipeluk amal ia merasa senang.

"Ael jangan bersedih, Cahyani pergi sebentar ya. Jangan pernah melupakan Cahya, karena Cahya selalu dihati Ael. Ael, biarin Cahya pergi agar 'serpihan kaca' ini tak menyakiti Cahya lagi. Cahya sayang Ael"

................

"Tepat 24 tahun yang lalu, sebuah cahaya yang selalu menyinari kegelapan ku sirna sudah. Cahaya yang sangat menyejukkan hati dan jiwaku. Ia pergi membawa hatiku juga 'serpihan kaca' yang menyakiti. Aku sangat mencintaimu Cahyani-ku."

..................

Komentar